Cara Lapor Pajak Online: Registrasi DJP- Efiling SPT Tahunan Dengan Praktis dan Mudah

DJP Online menyediakan fasilitas aplikasi pajak yang disebut eFiling bagi wajib pajak yang hendak menyampaikan laporan SPT Tahunan dan bisa di akses melalui website Direktorat Jenderal Pajak.

e-Filing merupakan cara yang digunakan sebagai penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) secara elektronik yang dapat dilakukan secara online dan real time melalui jaringan internet pada website resmi Direktorat Jenderal Pajak (http://www.pajak.go.id) atau Penyedia Layanan SPT Elektronik atau Application Service Provider (ASP).

Selain itu Dirjen Pajak juga telah menyediakan sebuah aplikasi untuk pembuatan surat setoran Pajak (SSP) secara elektronik atau online melalui program e-Billing.

Disediakannya beragam fasilitas untuk melakukan transaksi pajak, hal sangat diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat agar menyelesaikan seluruh kewajiban perpajakan selama ini dengan lebih praktis.

Cara Registrasi DJP Online dan lapor pajak menggunakan fasilitas e-filing

Siapa saja bisa melaporkan pajak secara online menggunakan fasilitas e-filing melalui tiga tahap.

Dua tahapan pertama cukup dilakukan sekali saja saat registrasi. Sedangkan tahapan ketiga dilakukan setiap kali akan menyampaikan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) pajak anda, yakni sebelum tanggal 31 Maret setiap tahunnya.

Jadi apabila sebelumnya anda sudah pernah melaporkan pajak melalui fasilitas e-filing, maka untu tahun tahun berikutnya bisa langsung pada ke tahap ketiga.

Berikut ini adalah 3 tahapan yang harus dilakukan bagi yang masih pertama kali akan melakukan laporan SPT pajak tahunan melalui e-filing:

  • Mengajukan permohonan e-FIN ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat
  • Mendaftarkan diri sebagai WP e-Filing di situs https://djponline.pajak.go.id paling lama 30 hari kalender sejak diterbitkannya e-FIN
  • Menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi menggunakan Fasilitas e-Filing melalui situs resmi DJP

Mengajukan Permohonan Untuk Mendapatkan Kode e-FIN

Menurut peraturan setiap pemohon sebagai pemegang kartu NPWP agar datang sendiri ke kantor pajak. Namun untuk situasi tertentu menurut petugas pelayanan laporan pajak DJP online hal ini juga masih bisa diwakilkan.

Mendapatkan kode e-FIN ini juga dapat dilakukan secara kolektif misalkan saja di sebuah perusahaan ada 60 karyawan, maka cukup bendahara kantor saja yang mendatangi kantor pajak untuk memohon kode e-FIN.

Meskipun demikian untuk dapat memohon kode e-FIN, masing masing orang tetap wajib mengisi formulir sendiri dilampirkan copy KTP serta NPWP yang bersangkutan.

Berikut ini adalah langkah yang harus dipersiapkan untuk bisa memperoleh kode e-FIN sesuai dengan prosedurnya:

  • 1- Siapkan fotokopi KTP dan NPWP Anda.
  • 2- Datang langsung ke kator pajak (lebih baik tidak diwakilkan).
  • 3- Mengisi formulir permohonan kode e-FIN.
  • 4- Lengkapi formulir permohonan, fotokopi KTP dan NPWP ke petugas untuk diproses, dan kode e-FIN akan diberikan saat itu juga.

Registrasi DJP Online Pajak – Setelah melalui tahap pertama dan memperoleh kode e-FIN

Pengguna Baru

Untuk pengguna baru yang belum pernah melakukan pelaporan SPT melalui e-Filing, langkah pertama untuk melakukan penyampaian laporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak secara online melalui e-Filing adalah dengan melakukan registrasi di situs layanan aplikasi perpajakan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), DJP Online.

Pengguna Terdaftar

Bagi pengguna yang telah terdaftar di situs layanan aplikasi perpajakan Direktorat Jenderal Pajak, DJP Online, dapat langsung Log in menggunakan Username berupa NPWP dan Password sesuai dengan yang telah didaftarkan di aplikasi DJP Online.

Apabila anda lupa password, maka dapat melakukan reset akun dengan menggunakan e-FIN yang telah dimiliki.

Untuk informasi lengkap terkait tata cara pelaporan SPT melalui e-Filing ASP, dapat diperoleh di website masing-masing ASP tersebut. Adapun ASP yang telah ditunjuk Direktorat Jenderal Pajak adalah sebagai berikut:

  • spt.co.id
  • pajakku.com
  • eform.bri.co.id
  • online-pajak.com

Jangan lupa simak juga ulasan mengenai tips memperbaiki masalah keuangan serta artikel menarik lainnya tentang 4 pilihan paling tepat untuk mendapatkan pinjaman uang.

Lapor Pajak eFiling SPT Tahunan

Apabila sudah berhasil masuk ke akun DJP Online maka akun tersebut telah dinyatakan aktif sehingga dapat melanjutkan pada proses berikutnya yaitu pelaporan SPT Tahunan dengan e-Filing.

Bisa dikatakan bahwa proses pengisian SPT Tahunan melalui e Filing DJP Online Pajak ini cukup panjang.

DJP Online menyediakan fasilitas pengisian formulir pelaporan SPT secara online disertai dengan panduan cara mengisinya yaitu:

  • Formulir SPT 1770 S: Untuk wajib pajak berpenghasilan diatas 60 juta rupiah pertahun
  • Formulir SPT 1770 SS: Bagi masyarakat wajib pajak yang berpenghasilan dibawah 60 juta rupiah pertahun.

Diluar dari dua kategori wajib pajak tersebut, DJP online ini juga melayani untuk penyampaian Pajak SPT Tahunan dan Massa lainnya, namun sampai pada artikel ini ditulis untuk formulir pengisian secara elektronik belum disediakan.

Untuk itu bagi wajib pajak harus membuatnya secara manual melalui aplikasi e-SPT dari Dirjen Pajak yang bisa diunduh melalui situs resmi DJP.

Ketika telah selesai mengisi e-SPT, maka untuk proses pelaporan SPT Tahunan adaah dengan cara upload dokumen tersebut dalam format CSV beserta lampiran pendukungnya dalam format PDF melalui aplikasi eFiling pajak.

Apa saja jenis dokumen SPT yang bisa diupload melalui aplikasi ini adalah :

  • SPT Tahunan Orang Pribadi – Formulir 1770, Jika Anda adalah sebagai pengusaha atau pemilik pekerjaan bebas
  • SPT Tahunan Orang Pribadi – Formulir 1770 S, Jenis SPT ini formulir SPT Onlinenya telah disediakan DJP
  • SPT Tahunan untuk WP Badan Usaha
  • SPT Massa PPh Pasal 21 atau Pasal 26
  • SPT Massa PPN dan PPnBM
  • SPT Massa PPh Pasal 4 ayat (2)

Dengan disediakannya apliksi DJP Online Pajak eFiling ini dirasakan sangat efisien dan efektif serta cukup membantu memudahkan bagi wajib pajak yang ingin melaporkan pajak penghasilan mereka tanpa mendatangi kantor pajak setempat untuk tahun tahun berikutnya.

Pertanyaan dan jawaban seputar DJP Online yang sering diajukan wajib pajak

Q: JIka kita ada 2 Formulir 1721-A1 dengan 2 perusahaan berbeda, bagaimanakah mengisi pelaporannya? Bukti potong I bulan 1-2, sedangkan bukti potong II bulan 3-12. Apakah kita jumlahkan semua angka2 nya?

A: Ya, sangat benar. Jumlahkan terlebih dahulu penghasilan netto dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan pada setiap bukti potong 1721-A1 yang Anda peroleh dari masing-masing perusahaan. Setelah itu isi form 1770S atau 1770 SS sesuai penghasilan.

Q: Bagaimana jika belum mendapatkan e-FIN dan apakah bisa diwakilkan serta bagaimana prosesnya?

A: E-FIN dapat diperoleh dengan datang langsung ke KPP terdekat. Bisa diwakilkan jika kolektif dan menggunakan surat kuasa. Disarankan sebaiknya datang sendiri ke KPP terdekat karena hanya sekali dan di tahun-tahun berikutnya tidak perlu datang lagi.

Q: Saya dan istri sama sama PNS, mempunyai nomer NPWp sama (1 npwp) bagaimana cara melaporkan atau pengisian dalam efiling, saya bingung, yg digabungkan yang mana saja?

A: Jika NPWP istri sudah digabung dengan suami dan suami-istri sama-sama hanya menerima penghasilan dari satu pemberi kerja (PNS) maka penghasilan istri cukup dilaporkan di bagian lampiran SPT 1770 S, tanpa harus menggabungkan penghasilan netto suami.

Dengan kata lain, SPT Tahunan PPh suami akan NIHIL. Inilah keuntungan jika NPWP istri ikut suami. Jika NPWP istri terpisah dengan suami, maka dihitung terlebih dahulu PPh masing-masing (PTKP suami K/n, PTKP istri TK/0)kemudian penghasilan netto suami-istri digabung (PTKP K/I/n)sehingga diperoleh PPh gabungan suami-istri setahun.

PPh yang harus dibayar suami dihitung berdasarkan penghasilan netto suami dibagi penghasilan netto suami-istri dikali PPh gabungan.

PPh istri dihitung berdasarkan penghasilan netto istri dibagi penghasilan netto suami-istri dikali PPh gabungan. PPh kurang bayar Suami = PPh suami – PPh suami masing-masing (PTKP K/n). PPh kurang bayar istri = PPh istri – PPh istri masing-masing (PTKP TK/0).

Jika masih ragu atas penjelasan ini, silakan menghubungi KPP terdekat atau hubungi Kring Pajak di 021-1500200.

Q: Jika saya berhenti bekerja di akhir bulan Maret 2017, kemudian memulai usaha online di bulan April 2017 hingga Desember 2017. Cara pelaporan pajaknya gimana ya?

Karena tahun-tahun sebelumnya pajak yang saya bayarkan pajak sebagai karyawan dan di tengah tahun 2016 berubah dari karyawan menjadi usaha. Dan saya tidak pernah melaporkan omset per bulannya, karena saya kira masih seperti karyawan yang tinggal dibayarkan di bulan Maret tahun berikutnya. Mohon infonya, terima kasih sebelumnya.

A: Untuk kasus ini, bisa dilakukan dengan cara melaporkan kedua penghasilan (dari gaji dan usaha) selama 2017 menggunakan form 1770S. Namun sebelumnya pajak dari usaha di 2016 sudah harus dibayarkan terlebih dahulu.

Langkah-langkahnya:

  • Hitung omset per bulan dari April s/d Desember 2016.
  • Bayar pajak final 1% per masing-masing bulan
  • Lapor SPT Tahunan, dengan menggunakan form 1770S. Penghasilan dari UMKM dimasukan ke form penghasilan final 1770 S-I.
  • Lampirkan form A1 untuk penghasilan dari pemberi kerja dan bukti setor atas pajak final 1% tadi.

Namun jadinya terdapat eksposur denda keterlambatan bayar pajak sebesar 2% per bulan atas pajak final 1% di atas. Dendanya nanti akan disampaikan oleh pajak dalam bentuk Surat Tagihan Pajak.



Leave a Reply