Jenis-jenis Bunga Kredit Bank dan Cara Perhitungannya (Bunga Pinjaman)

Bunga pinjaman atau kredit bank dibedakan menjadi beberapa jenis dengan perhitungan yang berbeda pula sesuai dengan kredit yang di ajukan oleh debitur.

Tidak banyak orang yang mengetahui mengenai hitung hitungan bunga untuk kredit rumah ataupun kendaraan. Mungkin yang mereka ketahui hanyalah jenis bunganya, besaran bunganya dan besaran angsurannya. Padahal cara perhitungan kreditnya juga tidak kalah penting untuk anda ketahui. Walaupun besaran suku bunganya sama akan tetapi cara perhitungannya berbeda sehingga akan berakibat pula pada jumlah angsuran per bulannya.

Pengetahuan tentang cara penghitungan kredit memanglah sangat penting untuk anda ketahui  mengingat pinjaman uang ke bank ataupun lembaga keuangan selalu saja dibebani dengan bunga. Ditambah lagi dengan tipe pinjaman yang berbeda beda pastinya tipe bunganya juga berbeda pula. Inilah alasan kenapa pengetahuan mengenai jenis – jenis bungan penting untuk diketahu supaya anda tidak terjerat dengan bunga pinjaman dari bank ataupun lembaga keuangan.

Mengetahui jenis dan macam perhitungan bunga kredit bank beserta perhitungannya

Beriku ini kami berikan penjelasan mengenai jenis jenis bunga kredit dan pinjaman uang yang selalu ada di setiap bank ataupun lembaga keuangan, yakni:

Bunga Flat – Devinisi dan perhitungan kredit dengan suku bunga flat

Dalam brosur penawaran kredit entah itu kredit kendaraan ataupun Kredit Tanpa Agunan (KTA) selalu saja ada kolom berisi besaran pinjaman, tenor kredit dan besaran angsuran. Cobalah untuk memeriksa kolom angsuran, karena di sana terdapat rincian besaran angsuran setiap bulannya yang nilainya selalu sama hingga berakhirnya masa kredit.

Hal tersebut bisa dijadikan indikasi bahwa jenis bunga yang diterapkan merupakan jenis bunga flat. Jenis bunga ini perhitungannya paling mudah, karena setiap bulannya nilai angsurannya selalu sama, jumlah bunganya sama, cicilan pokoknya pun juga sama. Dalam kredit yang menerapkan jenis bunga flat maka plafon kredit dan besaran bunga akan dihitung secara proporsional sesuai dengan jangka waktu kredit.

Rumus perhitungannya:

Bunga perbulan = (P x I x t)/jb

P     =     pokok pinjaman

I      =     suku bunga per tahun

t      =     jumlah tahun jangka waktu kredit

jb   =     jumlah bulan dalam jangka waktu kredit

Contoh kasus:

Pokok pinjaman       :    Rp 24.000.000

Bunga flat                   :    5 %/tahun

Jangka waktu kredit    :    24 bulan

Penghitungan bunga   :    Rp (24.000.000 X 5% X 2) / 24 = Rp 100.000 

Maka dengan penghitungan di atas besaran angsuran dari pertama sampai yang terakhir jumlah sama yakni Rp 1.100.000,00

Bunga Efektif – Devinisi dan perhitungan kredit dengan suku bunga efektif

Untuk jenis bunga yang kedua ini biasanya orang menyebutnya adalah sliding rate. Kredit bunga efektif ini cara penghitungannya didasarkan pada sisa poko utang. Jadi, perhitungan porsi bunga dan pokok dalam angsuran tiap bulan akan beruabah terus walaupun besaran angsuran setiap bulannya sama.

Pada umumnya kredit ini dikenakan pada kredit jangka panjang seperti KPR atau investasi. Hal ini dikarenakan jenis bunga ini lebih berguna untuk pinjaman jangka panjang yang proses pelunasannya tidak terlalu terburu – buru. Sebab, beban bunga yang dibayarkan nilainya jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan bunga flat. Sehingga besaran bunga yang akan dibayarkan setiap bulannya semakin lama akan semakin menciut. Lantaran besaran bunganya semakin kecil sehingga angsuran per bulannya juga akan semakin turun dari waktu ke waktu.

Rumus perhitungannya:

Bunga = SP X i X (30/360)

SP     =     saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya

I        =     suku bunga per tahun

30     =     jumlah hari sebulan

360  =     jumlah hari dalam setahun

Contoh kasus

Pokok pinjaman       :    Rp 24.000.000

Bunga                          :    10 %/tahun

Jangka waktu kredit    :    24 bulan

Besaran bunga efektif bulan 1

Rp 24.000.000,00 x 10% x (30 hari/360 hari)  = Rp 200.000,00

Angsuran pokok dan bunga bulan 1

Rp 1.000.000,00 + 200.000,00 = Rp 1.200.000,00

Besaran bunga efektif bulan 2

Rp 23.000.000,00 x 10% x (30 hari/360 hari)  = Rp 191.666,67

Angsuran pokok dan bunga bulan 2

Rp 1.000.000,00 + 191.666,67  =  Rp 1.191.666,67

Dari penghitungan di atas bisa dilihat bahwa besaran angsuran antara bulan pertama dan kedua berbeda bahkan nilainya pun juga semakin sedikit.

Bunga Anuitas – Devinisi dan perhitungan kredit bank menggunakan suku bunga anuitas

Untuk jenis bunga yang ketiga ini merupakan modifikasi dari jenis bunga efektif. Hal ini dilakukan untuk mempermudah debitur dalam membayar angsuran tiap bulannya karena jumlahnya sama. Jadi untuk bunga anuitas ini besaran angsuran setiap bulan yang harus dibayarkan kreditur sama akan tetapi komposisi bunga dan pokok angsuran akan berubah secara periodic. Angsuran pokok setiap bulannya akan membesar tapi di saat bersamaan besaran bungannya akan mengecil.

Untuk perhitungan bunga ini akan membuat porsinya menjadi sangat besar di awal angsuran tetapi perlahan – lahan jumlahnya akan mengecil di masa akhir kredit. Satu hal yang juga penting untuk anda ketahui adalah cara penghitungannya sama dengan bunga efektif.

Rumus perhitungannya:

Bunga = SP X i X (30/360)

SP     =     saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya

I        =     suku bunga per tahun

30     =     jumlah hari sebulan

360  =     jumlah hari dalam setahun

Contoh kasus

Pokok pinjaman            :    Rp 24.000.000

Bunga                               :    10 %/tahun

Jangka waktu kredit    :    24 bulan

Besaran bunga anuitas angsuran 1 adalah

Rp 24.000.000,00 x 10% x (30 hari/360 hari) = Rp 200.000,00

Angsuran pokok dan bunga pada bulan 1 adalah

Rp 907.478,00 + 200.000,00  =  Rp 1.107.478,00

Besaran bunga anuitas angsuran 2 adalah

Rp 23.092.522,00 x 10% x (30/360)  =  Rp 192.438,00

Angsuran pokok dan bunga pada bulan 2 adalah

Rp 915.040,00 + 192.438,00  =  Rp 1.107.478,00

Dari penghitungan di atas bisa dilihat bahwa jumlah angsuran yang harus dibayarkan setiap bulannya selalu sama yakni Rp 1.107.478. Untuk angsuran pokok dan bunganya pada angsuran pertama dan kedua besarnya berbeda.

Jangan lupa simak juga ulasan terkait mengenai syarat mengajukan pinjaman kredit di bank BNI serta artikel menarik lainnya tentang pinjaman kredit tanpa agunan KTA dengan bunga terendah.

Dua Jenis Bunga Berdasarkan Sifat Perhitungannya

Bunga tetap (fixed) – Pengertian suku bunga tetap dan perhitungannya

Kredit yang menerapkan jenis bunga tetap berarti bahwa selama masa kredit maka besaran bunga yang diterapkan tidak akan berubah. Biasanya jenis bunga ini akan disebutkan di awal perjanjian kredit bahwa selama masa kredit besaran bunga yang harus dibayarkan akan selalu sama. Jadi jika di awal perjanjian telah disebutkan besaran bunga yang diterapkan adalah sebesar 12% maka kredit tersebut juga akan berakhir dengan bunga itu juga.

Dari penerapan jenis bunga ini ternyata memiliki beberapa kelebihan salah satunya adalah kalau suku bunga pasaran mengalami kenaikan walaupun ada perubahan suku bunga pasar, maka hal tersebut tidak akan mempengaruhi besaran bunga kredit yang sedang dijalani. Di samping ada kelebihannya pasti ada kekurangannya yang salah satunya adalah jika suku bunga pasaran turun yang bahkan besarannya sampai drastic, maka kondisi ini pasti akan membuat nasabah menderita kerugian karena suku bunga yang dibebankn terbilang besa dari yang ada di pasaran.

Contoh cara menghitung suku bunga tetap dihitung dengan menggunakan sisa pokok pinjaman (sliding rate)

Pokok pinjaman            :    Rp 24.000.000

Bunga                               :    14 %/tahun

Jangka waktu kredit    :    24 bulan

Bulan 1

Bunga                          =       14% X Rp 24.000.000/12 X 1 = Rp 280.000

Pokok pinjaman       =       Rp 24.000.000/24 = Rp 1.000.000

Angsuran bulan 1    =       Rp 1.000.000 + Rp 280.000 = Rp 1.280.000

Bulan 2

Sisa pokok pinjaman        =          Rp 24.000.000 – Rp 1.280.000 = Rp 22.270.000

Bunga                          =       14% X Rp 22.270.000/12 x 1 = Rp 259.816

Angsuran bulan 2    =       Rp 1.000.000 + Rp 259.816 = Rp 1.259.816

Begitu terus sampai angsuran habis sesuai tenor kredit.

Bunga Mengambang (Floating) – Pengertian dan perhitungan kredit bunga flotaing

Jenis bunga yang satu ini adalah kebalikan dari bunga tetap. Sesuai dengan istilahnya yakni mengambang, maka sistem penerapan bunganya sangat bergantung pada dinamika naik turunnya suku bunga pasar. Bila suku bunga di pasaran turun maka bunga kredit yang diterapkannya pun juga ikut turun, dan sebaliknya jika suku bunga di pasaran naik maka bunga kreditnya pun juga ikut naik.

Jenis bunga ini biasanya diterapkan pada kredit pemilikan rumah (KPR), modal kerja, usaha maupun kredit jangka panjang.

Jamakkan mendapat promo kredit rumah dari sebuah bank yang menawarkan penggunaan kombinasi dua jenis bunga. Misalnya promosi suku bunga hanya 7% fixed dua tahun lalu tahun ketiga berdasarkan suku bunga pasar.

Contoh kasus saja jika asumsi tingkat suku bunga sebagai berikut:

Suku bunga bulan 1-4 14%

Suku bunga bulan 5-8 16%

Dengan menggunakan floating rate, pokok pinjaman tetap sama. Yang beda adalah perhitungan suku bunganya sebagai berikut:

Pokok pinjaman       :    Rp 24.000.000

Jangka waktu kredit    :    24 bulan

Bulan 1

Bunga                          =       14% X Rp 24.000.000/12 X 1 = Rp 280.000

Pokok pinjaman       =       Rp 24.000.000/24 = Rp 1.000.000

Angsuran bulan 1    =       Rp 1.000.000 + Rp 280.000 = Rp 1.280.000

Bulan 5

Bunga                          =       16% X Rp 24.000.000/12 X1 =  Rp 320.000

Angsuran bulan 5    =       Rp 1.000.000 + Rp 320.000 = Rp 1.320.000

Hasilnya akan begitu seterusnya tergantung dari naik turunnya suku bunga di pasaran.

Ketika anda sudah mengetahui cara penghitunganna maka anda pastinya sudah mendapatkan gambaran mengenai besaran angsuran yang harus anda penuhi selama masa kredit. Jadi metode penghitungan kredit seperti ini perlu dan pentin untuk anda tanyakan di awal pengajuan kredit.

Jika anda masih kurang memahami mengenai informasi yang diberikan oleh pihak bank, maka anda bisa untuk meminta pihak bank untuk membuatkan simulasi angsurannya. Maka dari situlah semuanya akan lebih jelas.

Ada satu hal lagi yang juga tidak kalah penting yakni ajaklah pihak bank untuk menegosiasikan besaran bunga. Itu hal yang biasa dan boleh anda lakukan, kok. Karena semua hal pada prinsipnya bisa ditawar.



Leave a Reply