5 Tips Cara Menabung Uang Receh Agar Cepat Terkumpul Banyak

Bagaimana cara menabung agar cepat terkumpul uang banyak meskipun hanya dengan recehan bukanlah perkara yang mustahil jika anda mampu konsisten dan bersungguh sungguh.

Pepatah tidak akan pernah berbohong yang mengatakan sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Sebenarnya seringkali anda tidak sadar bahkan mungkin setiap hari kerapkali menerima uang dengan nominal kecil atau biasa disebut dengan uang receh.

Tanpa disadari pula, anda terkadang masih menyia-nyiakan pecahan uang receh begitu saja tanpa peduli dan menaruh sembarangan.

Berikut ini adalah tips yang sangat ampuh agar anda bisa menabung uang receh untuk hasil yang maksimal.

Menentukan Pecahan Nominal

Terkadang banyak uang receh yang didapatkan setiap menyelesaikan pembayaran. Dari nominal terkecil Rp500 sampai yang terbesar Rp2.000. Dari uang logam sampai dengan uang kertas. ‘

Sebelum kita mengumpulkan uang receh yang biasanya diteriman sebagai uang kembalian, ada baiknya memberikan patokan uang mana yang akan dikumpulkan. Apakah pecahan Rp500, Rp1.000, atau Rp2.000?

Menentukan pecahan uang receh akan membantu dalam menabungkan uang receh yang didapat.

Misalnya, menabung dengan uang logam dengan nilai Rp1.000. Maka ketika mendapati uang Rp1.000, jangan lupa nanti untuk memasukkannya ke dalam kotak penyimpanan.

Atau juga bisa mengumpulkan semua uang pecahan yang didapat baru kemudian mengelompokkannya.

Simak juga ulasan terkait mengenai bank terbaik tempat untuk menabung serta artikel menarik lainnya tentang cara cerdas menyimpan uang untuk mencapai target.

Memisahkan Nominal Pecahan

Sebaiknya, pisahkan uang receh yang akan dikumpulkan. Jangan mencampurnya ke satu tempat.

Sebab akan mempersulit dalam menghitungnya nanti. Mencampur uang receh akan membuat kebingungan dalam proses menabung tersebut.

Dengan menabung sesuai pecahan-pecahannya, akan diketahui besaran dari jumlah uang pecahan yang akan dikumpulkan. Tentu saja ini akan memotivasi untuk lebih mengumpulkan banyak uang recehan.

Menentukan Besar Tempat Penyimpanan

Tentukan atau carilah tempat yang menarik untuk setiap uang receh. Misalnya, mengumpulkan uang receh di botol minuman air mineral 600 ml. Jika demikian, Anda perlu menunggu botol itu sampai penuh dengan uang recehan.

Nantinya pasti ada kepuasan tersendiri melihat botol itu penuh dengan uang receh yang dikumpulkan. Ini juga akan menambah juga motivasi untuk terus mengumpulkan uang receh.

Gunakan tempat yang transparan dan ukuran yang sesuai dengan nominalnya. Sebagai contoh, apabila mengumpulkan uang dengan nominal Rp1.000, ukuran untuk pecahan tersebut akan berbeda dengan uang Rp500. Sebab semakin kecil nominalnya, semikin besar pula tempat yang harus disiapkan.

Anggap Uang Kembalian Sebagai Bukan Milik Sendiri

Cobalah untuk menganggap uang kembalian yang dimiliki bukan milik sendiri sehingga bisa lebih menyisihkan uang receh untuk disimpan.

Rata-rata orang akan menganggap bahwa uang receh adalah uang yang bisa digunakan untuk kebutuhan kecil. Karena itu, jarang sekali menyimpan uang receh dan tanpa sadar uang receh yang dikumpulkan hilang begitu saja.

Jangan lupa baca tentang bank tanpa biaya admnistrasi bulanan serta artikel tentang jenis jenis kredit bank dan perhitungan bunganya.

Membuat Interval Waktu

Buatlah interval waktu untuk panen uang recehan yang dikumpulkan. Semakin kecil pecahannya, semakin lama juga menabungnnya. Semakin besar pecahan, semakin singkat waktu menabungnya.

Interval waktu bermanfaat untuk membuat target pribadi agar uang yang sudah terkumpul dapat dipindahkan ke rekening tabungan atau digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang sudah direncanakan.

Meskipun sering kali dianggap remeh, uang recehan yang ditabung dengan konsisten akan dapat memberikan banyak keuntungan yang tidak terduga dan bisa menjadi uang tambahan setiap bulan.